Rumah subsidi

Tips dan Trick Aman Renovasi Rumah Subsidi

Posted on
5/5 - (19 votes)

Dewasa ini, Anda pasti menyadari bahwa pembangunan rumah bersubsidi sedang sangat ramai dilakukan oleh pemerintah. Nyaris di setiap daerah pinggiran perkotaan, Anda pasti akan menemukan proyek perumahan bersubsidi.

Hal ini menunjukkan bahwa antusias masyarakat dalam menyambut program rumah subsidi ini cukup tinggi.

Namun, dibalik antusiasme itu ada pula beberapa komplain yang disampaikan. Seperti misalnya, material bangunan yang kurang baik, bentuk rumah yang sama dengan rumah lainnya, serta ada beberapa perumahan bersubsidi yang dianggap memerlukan banyak renovasi. Maka dari itu, banyak sekali warga yang berhasil mendapatkan unit rumah subsidi ini tergesa – gesa ingin melakukan renovasi.

Namun, tahukah Anda bahwa melakukan renovasi pada rumah subsidi tidak bisa sembarangan? Mengapa demikian?

Rumah subsidi sejatinya adalah rumah bantuan dari pemerintah. Maka dari itu, menjadi sangat wajar jika pemerintah menetapkan aturan tertentu terkait rumah subsidi tersebut.

Dan renovasi menjadi salah satu aturan yang disebutkan oleh pemerintah. Mengapa? Karena renovasi rumah membutuhkan banyak biaya maka dari itu ada beberapa peraturan yang ditetapkan pemerintah diantaranya adalah bahwa pemilik rumah bersubsidi dilarang mengubah fasad atau tampak depan rumah, merenovasi total rumah serta dilarang membangun rumah tingkat sebelum masa kredit mencapai 5 tahun.

Jika Anda melanggar, maka pihak bank akan mengganti status rumah Anda dari yang tadinya adalah rumah subsidi menjadi rumah komersil. Yang artinya tentu saja cicilan rumah Anda akan menjadi jauh lebih tinggi nilainya karena dianggap mampu dan tidak layak mendapatkan subsidi.

Tetapi, tinggal di rumah dalam keadaan yang membuat kurang nyaman tentu saja tidak menyenangkan bukan? Keinginan untuk merenovasi rumah akan selalu menghantui. Maka dari itu, di bawah ini adalah tips dan trik merenovasi rumah subsidi agar aman dari teguran bank.

4 Tips Aman Renovasi Rumah Subsidi

Meski diikat oleh peraturan pemerintah, namun Anda masih bisa merenovasi rumah subsidi Anda dengan beberapa tips seperti berikut :

1. Renovasi Secara Bertahap

Jika Anda hendak merenovasi rumah subsidi Anda, maka Anda tidak bisa melakukan renovasi secara keseluruhan. Anda harus melakukan renovasi secara bertahap. Ikutilah terlebih dahulu ketentuan dan peraturan pemerintah.

Lakukan satu per satu, hindari bagian rumah yang belum diperbolehkan untuk direnovasi sesuai dengan yang diinstruksikan oleh pemerintah agar Anda terhindar dari teguran pemerintah ataupun pihak bank.

Misalnya, Anda bisa memulai renovasi dari bagian dapur atau taman belakang yang memang diperbolehkan untuk direnovasi. Lalu setelahnya Anda bisa mulai dengan memasang pagar.

Jadi, utamakan renovasi bagian belakang rumah. Seperti menambah kamar tidur, ruang laundry atau dapur kotor. Jika anda ingin membuat sebuah kolam ikan maka silahkan buat di bagian belakang rumah bukan di bagian depan yang dapat dilihat dengan jelas oleh orang luar.

2. Jangan Diberi Sekat

Rumah subsidi terkenal dengan ukuran tanah dan bangunannya yang sempit dan terbatas. Maka dari itu, hal yang perlu Anda lakukan ketika hendak merenovasi rumah subsidi adalah meminimalisir adanya sekat untuk memberikan kesan luas.

Pada lahan terbatas, rumah yang dipenuhi oleh sekat akan membatasi jarak pandang sehingga kesan sempit akan semakin tampak dan terasa. Maka dari itu, untuk rumah subsidi yang boleh disebut cukup kecil sekat tidak begitu dibutuhkan. Sebetulnya, banyak pemilik rumah non subsidi yang juga menyingkirkan sekat di dalam rumah mereka untuk memberikan kesan luas. Namun untuk area privasi seperti kamar, sekat tentu tetap dibutuhkan.

3. Merencanakan Desain

Sebelum Anda melakukan renovasi, akan lebih baik jika Anda melakukan perencanaan terlebih dahulu. Rencanakan dengan seksama desain yang dikira sesuai dengan luas rumah subsidi Anda, seperti ukuran ruangan serta desain yang Anda inginkan. Agar Anda tetap bisa menaati peraturan yang berlaku.

Buat perencanaan yang bertahap dan rinci agar lima tahun kemudian, saat Anda sudah diizinkan untuk melakukan renovasi yang lebih besar seperti misalnya membuat dua lantai, Anda tidak perlu lagi membongkar ulang rumah Anda yang sudah direnovasi sebelumnya.

4. Mengatur Biaya

Salah satu keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari peraturan pemerintah ini adalah Anda bisa mempersiapkan dana lebih dulu sebelum melakukan renovasi. 5 tahun adalah waktu yang cukup untuk menyimpan dana renovasi.

Selama menunggu waktu 5 tahun itu tiba, Anda bisa melakukan renovasi pada bagian tertentu yang diperbolehkan. Dengan perencanaan yang matang, cara ini akan sangat meringankan beban Anda untuk renovasi besar saat waktunya tiba nanti.

Setelah Anda membaca tips ini, disarankan agar Anda segera melakukan perencanaan renovasi serta keuangan agar jika saatnya tiba nanti Anda sudah tidak perlu bingung lagi mengenai apa yang harus Anda lakukan dan siapkan selama Anda merenovasi rumah subsidi Anda.

(Dani.R/betoncor)

Gravatar Image
Dani Ramdhani adalah penulis lepas di blog betonpedia.com